PT NUSANTARA ILHAMI
TRAVEL HAJI & UMROH RESMI
SK MENAG ΝΟ. 02201076816710003/2022*
Mendampingi Jamaah Haji dan Umrah, Insyaallah Amanah dalam memberangkatkan para tamu Allah ke tanah suci
Sahabat Perindu Baitullah, mari kita luruskan kembali kompas hati kita hari ini,ketitik tujuan Rumah Alloh Baitulloh.
Allah tidak memanggil mereka yang paling kaya, tapi Allah memanggil mereka yang paling beradab dan bertaubat,dan niat ibadah ke Baitulloh.
Mari kita mulai "memantaskan diri" hari ini.untuk dipanggil ke Baitulloh.
Agar kita dipanggil Alloh untuk ke Baitulloh,mari kita ikut antri dalam panggilanNya,dengan cara menabung untuk ke Baitulloh di
PT Nusantara ilhami
Dengan menabung kita berarti telah akad niat ke Baitulloh,selanjutnya tunggu panggilan Alloh untuk berangkat ke Baitulloh
Buka tabungan Umrah,bisa buka tabungan mulai Rp.50rb dan nabung berikutnya bebas berapa aja,mencapai Rp 1,5 JT akan dapat koper umrah
jika dana mendekati cukup untuk biaya umrah,akan kami kabari,tentang keberangkatan terdekat, InsyaAlloh niatmu di jabah Alloh, dengan kekuasaan dan kemurahan Alloh,InsyaAlloh ada rejeki tak terduga,untuk cepat melunasi dan cepat berangkat,Aamiin
Rekening tabungan
BCA no 6872 456 666
BSI no 8888 664 662
A.n PT.NUSANTARA ILHAMI.
untuk informasi lebih lanjut
hub pak Gusti
Kirim bukti tranfermu kesini
Nanti saldo tabunganmu bisa dilihat secara online di aplikasi
*PT Nusantara Ilhami adalah travel Umroh dan Haji resmi* yang berdiri sejak dan telah mendapatkan *SK MENAG ΝΟ. 02201076816710003/2022*
*Izin PPIU 02201076816710003*
Kami juga adalah anggota AMPHURI dengan nomor keanggotaan : *Amphuri : 699/AMPHURI/2022*
InsyaAllah PT Nusantara Ilhami *terpercaya & telah membawa lebih dari 2000 jamaah dan telah melayani Tour Travel Umrah dan Haji sejak tahun 2013 hingga hari ini*
Gedung milik sendiriRasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Jika amanat telah disia-siakan, tunggu saja kehancuran terjadi.” Ada seorang sahabat bertanya; ‘bagaimana maksud amanat disia-siakan? ‘ Nabi menjawab; “Jika urusan diserahkan bukan kepada ahlinya, maka tunggulah kehancuran itu.” (BUKHARI – 6015)







